Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014.
Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014 akan hadir kembali di tahun ini yang Insya Allah akan dilaksanakan pada antara bulan Oktober ~ Desember 2014 yang akan datang.
Mengulang kesuksesan penyelenggaraan Pesta Wirausaha Jateng 2013, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng Jogja Solo Raya Semarang 2013, yang saat itu tanpa tagline, maka di tahun 2014 ini akan mengusung tema yang lebih membumi dan lebih menggugah kebangkitan semangat kewirausahaan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.
Sekedar me-refresh ingatan akan pelaksanaan Pesta Wirausaha Jateng 2013, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng Jogja Solo Raya Semarang 2013, yang cukup sukses menebarkan virus kewirausahaan  cikal bakal Pengusaha di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta, berikut ini ulasan singkatnya :
• Tempat : Auditorium ISI Solo
• Tanggal Pelaksanaan : 10 November 2013, mulai jam 9 pagi

Expo 30 booth / stan
• Peserta yang mengikuti : sekitar 500 Orang

• Pembicara :

– Bp. Asep Haerul Ghani ; Aktivis Komunitas Tangan Di Atas (TDA)
Beliau memaparkan materi tentang filosofi dan prinsip-prinsip dalam berwirausaha, yakni selain harus didasari oleh semangat pantang menyerah, ternyata kunci untuk bisa mengembangkan bisnis itu adalah “Prinsip Berbagi”, yang harus diwujudkan dalam bentuk berbagi ilmu, berbagi pengalaman, dan berbagi keuntungan (baik kepada mitra kerja, maupun kepada sesama manusia yang memang ber hak – ‘zakat’ dll, – . Sehingga dengan jiwa pantang menyerah dan jiwa berbagi maka rezeki dan skala usaha Insya Allah berdasarkan pengalaman impiris akan tumbuh berkembang. Kunci sukses yang dibagikan lainnya adalah bahwa dalam berwirausaha, maka pemilik harus benar-benar menjadi ‘Role Model’ bagi seluruh karyawannya, sehingga sang pemilik / pengusaha harus menguasai poduct knowledge, harus jadi tenaga marketing. Tip marketing dari Beliau adalah ; Marketing dimulai dari diri sendiri, seorang pengusaha harus bisa menjadi model hidup untuk anak buah nantinya. Harus menjadi seorang leader yang member contoh, mengonsep, serta percaya terhadap kualitas produknya. Dalam marketing, orang harus dapat pengalaman dari produk Anda.

– Bp. Darsono ; Dosen ISI
Dalam paparannya Beliau banyak menawarkan segudang peluang ide, inspirasi, alternative, impian, dan angan-angan. Ekonomi Kreatif  dapat tumbuh subur di wilayah Jogjakarta Solo Semarang dan sekitarnya (Joglosemar), karena wilayah Joglosemar. Sehingga kita harus menjadi pelaku yang bisa menangkap peluang yang sangat berlimpah itu, baik dari pintu kebudayaan, pintu pariwisata, pintu pendidikan, pintu seni pertunjukan, pintu kuliner, pintu kesuburan pertanian dan peternakan. Sangat menggugah semangat.

Mas Karman ; Pemilik Sidji Batik, www.sidjibatik.com
Dalam paparannya, Bapak Sukarman (yang panggilan akrabnya adalah Mas Karman), memperkenalkan batik dengan pola dan motif ‘limited edition concept’ atau satu motif satu kain. Konsep tersebut menjadi salah sisi keunggulan dari Sidji Batik selain motif kontemporer yang diusung Mas Karman sejak awal. Warna-warna yang digunakan pun seolah keluar dari pakem batik tulis pada umumnya, yakni menggunakan warna cerah (ngejreng). Konsep modern yang mereka usung tidak lantas menghilangkan filosofi proses produksi batik itu sendiri. “Sebuah kain itu disebut batik jika melewati tiga urutan proses, yakni pencantingan, pewarnaan, dan pelorotan, di Sidji Batik meskipun mengusung konsep modern kontemporer namun dari segi proses tetap melalui ketiganya. Tip pemasaran online juga dibagikan sebagaimana pengalaman Sidji Batik mengirimkan contohnya ke millis-millis fashion. Selama dua bulan sama sekali tidak ada yang laku. Setelah itu satu persatu order datang, lama-lama bagus juga ordernya dari sebuah butik di Singapura. Sampai sekarang batik saya sudah terjual ke berbagai negara, Philipna, Thailand, Malaysia, Qatar, dan saya berharap bisa menembus AS. Pintunya semua lewat Singapura.

– Teguh Wibawanto ; Mentor TDA, Founder and CEO PT Hydro Water
Beliau membagikan rahasia resep sukses usahanya di PT Hydro Water melaui ‘9 Langkah Bisnis Auto Pilot’ yakni : 1. Visi, 2. Misi, 3. Budaya, 4. Struktur Organisasi, 5. Goal, 6. Job Description, 7. Key Performance Indicator, 8. System Operating Oprocedure, dan 9. Monitoring. Semua langkah-langkah tersebut Beliau terangkan secara gamblang dan mudah dipahami. Sungguh sebuah pembelajaran yang tidak ternilai. Teguh Wibawanto, seorang pengusaha muda yang sehari-harinya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Hydro water technology. Di TDA, beliau adalah Direktur Kerjasama Eksternal BOD TDA Pusat. Secara spesifik Teguh juga mengingatkan setiap pengusaha bahwa semua perlu proses, tidak bisa instant. Karena itu bagi pengusaha pemula, diperlukan keuletan dan kegigihan untuk mewujudkan impian. Belum tentu satu kali coba langsung berhasil, karena justru kebanyakan mengalami hambatan dan tantangan di awal. Teguh justru menantang peserta agar mampu mendisiplinkan diri, karena justru godaan terbesar menjadi pengusaha adalah bersikap seolah sudah sukses, padahal belum. Dan untuk itu diperlukan bukan hanya perubahan paradigma atau pola pikir (mindset) tapi juga pembiasaan diri pada berbagai tugas dan pekerjaan, sehingga akan menghasilkan tindakan (action) nyata. Dan itulah tekad yang dibawa peserta dengan semangat saat kembali ke rumah masing-masing.

– Bp. Gunawan Setiawan ; Pengusaha Batik dari Kampung Batik Kauman Solo
Dapat dikatakan, Pak Gunawan Setiawan adalah salah satu ‘Pengawal Kelestarian Kebudayaan Surakarta’ melaui kiprah Beliau mempertahankan sekaligus mengembangkan nilai luhur warisan budaya batik yang dibungkusnya dengan inovasi manajeman yang baik sehingga batik Surakarta menjadi gerbang pembuka dan menjadi lokomotif pendorong kemajuan ekonomi bagi wilayah Surakarta. Banyak pembelajaran dan ide kreatif yang dibagikan oleh Beliau, mulai dari cara mempertahankan dan mengembangkan kelangsungan sebuah bisnis, tips mempertahankan dan mengembangkan nilai kualitas sebuah produk sebagai perisai dari gempuran produk asing sejenis, ide-ide kreatif pengembangan produk turunan berbasis kerajinan batik, dan visi misi Beliau kedepannya untuk pengembangan perekonomian berbasis kerajinan batik.

– Nanang Syaifurrozi ; Owner Rumah Warna, www.rumahwarna.co.id
Dalam paparannya Beliau membagikan tip untuk Start Up, yaitu ; 1. Ide sederhana, 2. Berpikir kreatif dan out of the box, 3. Be original, 4. Membangun mimpi, dan 5. Membangun keterampilan.  Tidak ada usaha yang dirintis tanpa perjuangan dan pengorbanan, begitu juga dengan Rumah Warna yang di awal berdirinya lahir dari ide sepasang anak muda yang tadinya hanya ingin mencari tambahan uang jajan di bangku kuliah sekitar tahun 1999. Pada saat itu sedang trend frame handmade, karena ketertarikan dan hobi akan handycraft, lahirlah frame yang kala itu berani menerjang arus pasar dengan menghadirkan produk full colour dimana pada masa itu produk serupa kebanyakan mengusung konsep natural (dengan warna-warna gelap aman). Karena keunikan produknya tersebut kemudian yang membawa kesuksesan Rumah Warna hingga saat ini. Kini setelah perjalanan usaha selama 13 tahun, produk kreasi asli dari Jogja ini telah memiliki kurang lebih 70 gerai di 45 kota di Indonesia diantaranya Bandung, Batam, Cilacap, Malang, Makasar, Semarang, Salatiga, Samarinda, Cilegon, dll, untuk area kota Jogja sendiri ada beberapa gerai termasuk di mall-mall. Hal ini tidak membuat sang pemilik puas begitu saja, menurut beliau, masih banyak PR yang dimiliki Rumah Warna, masih banyak target-target baru yang harus dicapai demi memenuhi cita-cita mampu membuka ratusan hingga ribuan outlet di Indonesia.

– Bp. Suripto S.SOS ; Owner Dapur SOLO
Bapak suripto memberikan pemahaman dan menegaskan untuk tidak boleh menjadi generasi kualat  karena tidak bisa menjaga warisan  para leluhur.  Apa yang dimiliki Indonesia menurutnya , mulai dari seni,  kuliner, tata nilai, cara hidup,  dan lain-lain jauh lebih kaya dan lebih dari baik dari apa yang ditawarkan oleh bangsa lain yang mereka  jejali  ke bangsa  kita melalui globalisasi dan isu-isu imperialism  lainnya. Pemahaman ini yang membuat Suripto tidak pernah lelah dan dengan gigih mengajak  orang banyak untuk  menjaga Indonesia. “Menjaga Indonesia itu tidak harus dengan mengangkat senjata tetapi cukup dengan membela produk yang dibuat oleh anak bangsa kita sendiri,” tegas Suripto.  Membela produk anak bangsa kita artinya sama dengan memberi mereka penghidupan.  Memberi anak-anak bangsa kita penghidupan sama dengan memperkokoh kehidupan bangsa dan negara kita.  Hanya dengan kehidupan bangsa yang kokoh  kita bisa menjaga keutuhan dan merawat warisan bernama Indonesia itu. Karena tidak ada gunanya kita mencanangkan hidup bersama jika kita hidup  sia-sia  sebagai bangsa yang terjajah. “Mari cintai produk negeri, anak bangsa”.

– Mohamad Rosihan ; Online Shop, Busana Muslimah SAQINA
Bapak Rosihan dalam paparannya banyak memberikan kiat-kiat pemasaran Online. Beliau menceritakan perjalanan bisnisnya, mulai bereksperimen mendirikan toko online Saqina pada bulan Ramadan tahun 2008. Dari delapan toko fisik busana muslim yang dimiliki, ia menginvestasikan ruang, barang, sumber daya manusia, sistem, dan teknologi untuk berjualan online. “Ternyata, responnya cukup bagus dan untungnya besar. Kontribusi keuntungan dari 8 toko fisik hanya 35%. Sementara satu platform e-commerce Saqina.com, kontribusi keuntungannya 65%. Itu yang kami alami,” jelas Rosihan yang enggan memberi tahu omset tahunan Saqina.com. Sebarkan melalui BB, FB, Twitter, buat Fanpage. Jika mau pasang iklan pilih media yang sesuai, Tanya lebih jelas pada online marketing yang tepat. Menurut Rosihan, beriklan di portal berita online lebih efektif ketimbang di Facebook.  Portal berita online mewakili pembaca dengan status pendidikan dan sosial ekonomi yang diincar. Sementara beriklan di Facebook, “Segmentasi cair sekali. Kita hanya bisa membatasi wilayah, jenis kelamin dan umur. Tapi kita tak bisa mengincar segmen pendidikan dan sosial ekonomi tertentu.” Beriklan di Facebook lebih dimanfaatkan untuk branding agar Saqina.com diketahui banyak orang. Meski demikian, diakui Rosihan, beriklan di Facebook menghasilkan trafik sebesar 7 ribu sampai 8 ribu kunjungan setiap harinya. Trafik inilah yang turut mengangkat posisi Saqina.com dalam hasil pencarian di Google. Untuk meningkatkan posisi Saqina.com dalam mesin pencari Google, Rosihan tak bisa sepenuhnya bergantung pada iklan. Ia memutuskan untuk menjalani kursus optimisasi mesin pencari atau Search Engine Optimization (SEO).  Nah, untuk bisa bertahan di kerasnya persaingan itu, Saqina punya dua strategi jitu yang membawanya agar mampu menonjol di tengah ribuan situs serupa. Dua strategi itu adalah : kejelian membidik segmen, dan memberikan nilai tambah, yakni pelayanan personal bagi konsumennya.

Tak terasa acara pun usai. Pemateri yang sungguh luar biasa. Berbagi dengan berbagai pengalaman usahanya. Semoga bisnis-bisnis beliau bertambah lancer dan barokah. Begitu halnya kita semua yang mempunyai bisnis atau potensi lainnya, semoga diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah untuk menjalankannya. Aamiin 🙂

Kembali ke  Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014.
Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014 akan hadir lebih menggebrak lagi, sehingga Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014 kali ini adalah sebuah peristiwa pembelajaran yang harus Anda hadiri. Insya Allah dengan menghadiri Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014 kali ini, Anda akan tertular dan akan menjadi agen penular virus kewirausahaan di seluruh wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sampai jumpa di Pesta Wirausaha Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jateng 2014, Pesta Wirausaha TDA Wilayah Jogja Solo Raya Semarang 2014.
——

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s